23.9.13

Selama Kau di Sampingku

at 04:56
Desember,
identik dengan musim dingin
Musim dingin tahun ini adalah musim dingin tercantik,
walaupun ada sesuatu di dalam hatiku yang memberontak
Salju pertama turun pada malam natal,
Seluruh keluarga besarku berkumpul dan merayakan natal bersama
Tapi, aku tahu ada sesuatu yang kurang disini

Aku beranjak ke kamarku
Rasanya hatiku terlalu hampa,
Aku tidak ingin menyakiti perasaan Nenek dengan berpura-pura bahagia

Pikiranku melayang
Kenangan tahun lalu menari-nari dengan lincahnya di dalam kepalaku
Senyum pahit tersungging di wajahku

Malam natal tahun lalu adalah natal terbaik di sepanjang hidupku
Aku menghabiskan malam natal bersamanya
Menghabiskan waktu bersama sepanjang malam
Kencan pertamaku

Senja menyapa, dia datang ke apartemenku
Menjemputku, dan menjanjikan malam yang takkan pernah ku lupakan
Seperti kencan umum lainnya, kami makan malam romantis bersama
Setelah itu, kami menonton pertunjukkan balet

Gerakan yang indah dengan perpaduan musik yang menenangkan
Tangan mungilku digenggam erat olehnya
Senyum tidak pernah terlepas dari bibirku
Ingin rasanya aku membuat waktu berhenti dan tidak berputar lagi
Percayalah, aku rela melakukan apapun untuk membuat waktu berhenti

Sayang pertunjukkan telah usai,
namun ternyata kejutan belum selesai
Dia mengajakku ke area seluncur es
Pada awalnya aku meringis,
karena aku peseluncur yang sangat-sangat payah

Dengan lembut ia menuntunku untuk berdansa di area seluncur
Rasanya seperti berada di dalam mimpi
sebelum ini aku hanya memperhatikan orang-orang yang berdansa di area seluncur ini
namun sekarang, aku ada disini, bersama pria yang sangat ku cintai

Kami menari mengikuti musik yang mengalun dengan lembut
Ku rebahkan kepalaku ke pundaknya
Dia membuatku ingin terus berdansa
Padahal menari adalah kelemahan utamaku

Semua orang tersenyum bahagia
Aku menatap mata indahnya dan tersenyum kembali
Tiba-tiba serpihan salju pertama turun
tepat di telapak tanganku

Mungkin dia benar, malam natal tahun ini takkan pernah ku lupakan
Sepanjang perjalanan menuju rumah senyum tersungging indah di bibirku

"Christy,"
panggil seseorang lembut
Aku menoleh,
Nenekku
Aku menatap kalung yang bertengger di leherku
Setetes air mata terjatuh di pipiku

"Alan tidak akan suka melihatmu menangis, hapuslah air matamu,"
dengan sentuhan lembut Nenek menghapus air mataku
Aku segera beranjak dan berganti pakaian
Gaun sutra hitam ku pasangkan dengan mantel rajutan nenek
Rasanya nyaman dan hangat

Setelah mematut diri di cermin, aku turun ke bawah
Nenek memelukku dan menuntunku masuk ke mobil
Aku menghembuskan nafas menahan tangis

Sesampainya disana, aku segera berlari menghampiri salah satu makam
Aku menaruh bunga mawar merah di atasnya
tanda cinta
Aku tersenyum tipis

"Hai, Alan
Aku merindukan tahun lalu,
Kamu benar tentang dunia,
Mereka tidak pernah adil, mereka tidak pernah senang melihat kita tersenyum bahagia
Tapi, apa kamu tahu?
Malam natal tahun lalu memang malam natal terindah yang takkan pernah mungkin aku lupakan
Terkadang aku masih sering menyalahkan diriku sendiri atas kepergianmu
Tapi aku rasa Nenek benar,
Aku harus berhenti menyalahkan diri sendiri dan mulai tersenyum menghadap dunia
Tapi aku membutuhkan kamu
Aku selalu merasa lengkap dengan kehadiran kamu disisiku
Bagaimana kalau kamu berjanji untuk terus berada disampingku?"

Aku balik badan menghadap keluargaku
Mereka tersenyum melihatku tersenyum
Tiba-tiba aku merasa ada yang memelukku, hangat
Aku menoleh dan menemukan Alan di sampingku
Aku tahu Alan mendengar permohonan natalku tahun ini
Dan aku tahu aku akan baik-baik saja

Selama Alan terus berada di sampingku
 

0 comments:

Post a Comment

 

Believe In Me Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review