17.9.14

Goresan Pena

at 18:49
Hai
Aku merindukanmu
Merindukan semua pertengkaran yang selalu kita akhiri dengan tawa
Semua canda yang terkadang menyebalkan
Semua kata yang sering kau ucapkan
Dan aku merindukan suaramu
Ya, suara berat yang selalu membuatku tertawa karena tidak mengerti apa yang kau ucapkan
Ya, aku merindukan lesung pipit yang kau buat saat tersenyum
Sudah berapa lama aku tidak melihatmu tersenyum?
Mungkin salahku karena aku menghidarimu
Jangan salahkan aku, kamu yang menggoreskan luka itu
Sampai rasanya menyakitkan saat menatap matamu
Mungkin aku belum memaafkanmu saat itu
Tapi rasa kecewa terlalu membutakan
Bahkan rasanya air mataku ingin keluar saat melihatmu tersenyum
Tanpa dosa
Tidak, aku tidak membencimu
Aku menyalahkan diriku yang terlalu lemah
Dan kamu yang membuatku percaya
Kenapa rasanya menyesakkan?
Padahal sudah berbulan-bulan berlalu
Tapi memandangmu saja membuat hatiku teriris
Apa karena hati dan jiwaku terlalu berharap kau datang dan memberi cahaya di kegelapanku?
Mengecup asaku dan memelukku di setiap malam dingin
Ya! Aku rasa itu jawabannya
Aku membutuhkanmu
Tapi aku tahu bukan aku yang kamu inginkan
Yaah, apa lagi yang harus aku katakan?

Gadis itu menatap goresan pena yang ia tumpahkan di secarik kertas, semua rasa sakit, marah, dan kecewa dia rangkai menjadi tulisan
Dia terpekur dan menatap miris tulisannya

"Awan adalah benda paling setia, dia selalu ada sebelum hujan turun, menemani hujan saat ia membasahi bumi, dan tetap setia di langit walaupun hujan sudah pergi. Awan rela membiarkan hujan turun berjatuhan untuk membasahi tanah yang retak. Ia merelakan pasangannya melengkapi yang lain. Karena awan tahu, tanah itu lebih membutuhkan hujan untuk melahirkan setangkai bunga yang sangat indah, walaupun ia tahu ia akan kesepian pada akhirnya."

Gadis itu menghela nafas dan menghembuskannya.

Lalu bagaimana jika akhirnya aku membenci hujan yang meninggalkanku begitu saja?

Dengan perlahan ia melipat kertas yang penuh goresan pena, menjadi burung bangau yang akhirnya dia gantung di sebelah jendelanya.
Saat hujan tidak juga turun padahal langit kelabu,
sama seperti hatinya yang menolak untuk melepaskan

0 comments:

Post a Comment

 

Believe In Me Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review